PLANGI BANDUNG

Hijau untuk lingkungan, Jingga untuk sosial, Biru untuk Pendidikan, saling melingkar bersatu padu menciptakan Bandung menjadi Clean dan Green City

Mari kita bersama menaruh perhatian terhadap sampah plastik, Bandung Kota kembang, bukan kota sampah

Plastik Ngimbrung Bandung

Dalam Peraturan Pemerintah No 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional, disebutkan bahwa Bandung sebagai Kawasan Metropolitan dengan fokus revitalisasi  dan percepatan pengembangan perkotaan sebagai pusat-pusat pertumbuhan nasional.  Revitalisasi perkotaan disini dimaksudkan untuk peningkatan kualitas lingkungan perkotaan. Kebijakan ini juga didukung dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Jawa Barat Tahun 2009-2029, disebutkan bahwa pengembangan Wilayah Metropolitan Bandung sebagai salah satu Metropolitan di Jawa Barat diwujudkan dalam rangka pemerataan pertumbuhan wilayah dengan mempertahankan keseimbangan lingkungan dan ketersediaan sumberdaya alam. Perkembangan perkotaan di Wilayah Metropolitan Bandung berimplikasi pada peningkatan timbulan sampah dan limbah yang cukup tinggi. Jumlah penduduk yang meningkat akibat perkembangan perkotaan menyebabkan wilayah tersebut memproduksi limbah/sampah dalam jumlah besar. Menurut data Biro Pusat Statistik (BPS), populasi kota Bandung adalah sekitar 2.364.312 (SUSENAS 2007), jumlah populasi ini memproduksi sampah hingga 7.020 m3/hari (PD. Kebersihan, 2008). Sementara itu, kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) juga terbatas.

Produksi sampah setiap hari di Indonesia mencapai 176.000 ton di mana sebanyak 16.500 ton merupakan sampah plastik. Jakarta, Bali dan Bandung menjadi kota dengan penyumbang sampah terbanyak. Berdasarkan data dari Dinas Kebersihan Kota Bandung (2010)  total produksi sampah di Kota Bandung mencapai 2.000 ton perhari di mana sebanyak 100 ton adalah plastik. Produksi sampah plastik terbesar berasal dari pusat perbelanjaan yaitu sekitar 900 ton sampah plastik setiap bulannya.

Dampak plastik terhadap lingkungan  merupakan akibat negatif yang harus ditanggung alam karena keberadaan sampah plastik. Dampak ini ternyata sangat signifikan. Sebagaimana yang diketahui, plastik yang mulai digunakan sekitar 50 tahun yang silam, kini telah menjadi barang yang tidak terpisahkan dalam kehidupan manusia. Diperkirakan ada 500 juta sampai 1 milyar kantong plastik digunakan penduduk dunia dalam satu tahun. Ini berarti ada sekitar 1 juta kantong plastik per menit. Untuk membuatnya, diperlukan 12 juta barel minyak per tahun, dan 14 juta pohon ditebang. Konsumsi berlebih terhadap plastik pun mengakibatkan jumlah sampah plastik yang besar. Karena bukan berasal dari senyawa biologis, plastik memiliki sifat sulit terdegradasi (non-biodegradable).Plastik diperkirakan membutuhkan waktu 100 hingga 500 tahun hingga dapat terdekomposisi (terurai) dengan sempurna.Sampah kantong plastik dapat mencemari tanah, air, laut, bahkan udara.

Beberapa cara yang sudah dan masih dilakukan untuk menanggulangi permasalahan tersebut adalah dengan mendaur ulang (recycle) sampah anorganik, seperti plastik, kertas, dan logam. Recycle adalah faktor yang penting untuk mereduksi kebutuhanakan sumber daya alam dan jumlah sampah yang dibuang dan diproses secara landfilling. Recycle termasuk : (1) pengumpulan dan pemisahan sampah, (2) Pengolahan persiapan sampah tersebut untuk proses Reuse, Reprocessing, dan Remanufacture, (3) Reuse, Reprocessing, dan Remanufacture Sampah tersebut (Tchobanoglous, 1993 dalam Hapsari & Damanhuri, 2008). Kemudian beberapa solusi sementara yang dilakukan saat ini yaitu tidak lagi menggunakan bahan-bahan plastik, diantaranya adalah kantong plastik. Penggunaan kantong plastik bisa digantikan dengan kantong kertas atau tas. Namun, tidak semua orang bisa menerapkan kebiasaan ini dikarenakan harga kantong plastik jauh lebih murah dibandingkan kantong-kantong kertas atau dari bahan yang ramah lingkungan. Belum lagi berbicara kenyamanan dan kepraktisan orang dalam membawa kemasan tersebut. Berdasarkan hal tersebut, perlunya mencari alternatif solusi lain dalam mengurangi dampak negatif dari konsumsi plastik dalam upaya meningkatkan kualitas lingkungan kawasan perkotaan.

TUJUAN

Membentuk Metropolitan Bandung sebagai metropolitan ramah lingkungan di Indonesia

SASARAN

  1.  Membentuk budaya dan mental Masyarakat Metropolitan Bandung yang sadar pemilahan sampah plastik
  2. Memberikan keahlian pengolahan sampah plastik kepada masyarakat Metropolitan Bandung
  3. Meningkatkan nilai tambah plastik yang sudah terpakai sebelumnya
  4. Mendorong pertumbuhan industri kreatif berbahan dasar sampah plastik

PROGRAM

  • Leadership Training untuk Mahasiswa

Program ini bertujuan untuk melatih mahasiswa agar mampu memimpin, memiliki soft skill dalam manajemen sumber daya manusia (siswa/i SMP & SMA). Leadership Training ini merupakan metode untuk menumbuhkan jiwa pemimpin pada individu peserta melalui pendekatan teoritis dan simulasi yang intensif. Calon peserta pelatihan ini adalah mahasiswa-mahasiswi dari perguruan tinggi di kota Bandung yang bersedia menjadi sukarelawan “fasilitator” untuk program PLANGI BANDUNG yang direncanakan hingga berjumlah 500 mahasiswa/i. Hasil dari training tersebut yang berupa kemampuan untuk memimpin akan diaplikasikan dalam membimbing dan mengontrol siswa-siswi SMP atau SMA yang merupakan pelaksana dalam proyek penganyaman sampah plastik. 

  • Studium General

Studium general berjudul “Dampak Sampah Plastik Terhadap Lingkungan Sekitar” akan dilaksanakan di lingkungan perguruan-perguruan tinggi di Kota Bandung. Peserta kegiatan ini, terbuka untuk mahasiswa/i. Kegiatan ini dilakukan dengan mengundang beberapa pakar ahli lingkungan dan pihak-pihak terkait, diantaranya:

  • Kementrian Lingkungan Hidup (KLH)
  • Tim Metropolitan Development Management Provinsi Jawa Barat
  • Pakar lingkungan
  • Pakar mitigasi bencana
  • Aktivis LSM lain
  • ITB dan universitas lainnya
  • Perwakilan CSR Perusahaan

Program ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman mengenai kepedulian lingkungan di wilayah Metropolitan Bandung.

  • Pelatihan Pembuatan Anyaman Plastik

Sampah-sampah plastik berbentuk lembaran dapat diolah menjadi produk anyaman seperti tikar, hiasan dinding, aksesoris alat tulis, dll. Teknik menganyam sampah-sampah plastik akan diajarkan kepada siswa-siswi SMP dan SMA di Kota Bandung, kemudian mereka akan diminta menyusun produk anyaman hasil kerja kolektif per sekolah.

Pelatihan penganyaman akan dilakukan oleh mahasiswa-mahasiswa dari perguruan tinggi di Kota Bandung. Mahasiswa yang bersedia mengikuti kegiatan ini dan telah mengikuti leadership training dan studium general disebut Fasilitator. Fasilitator bertugas untuk memberikan arahan, bimbingan dan saran kepada siswa/siswi SMP dan SMA dalam teknis pembuatan anyaman.

Siswa-siswi SMP dan SMA yang terlibat dalam kegiatan ini disebut Volunteer. Pelatihan ini akan diadakan pada Bulan Mei-Juli 2012. Jumlah sekolah yang terlibat sebanyak 50 sekolah terdiri dari 25 SMP negeri dan 25 SMA negeri di Metropolitan Bandung dengan jumlah siswa hingga 20.000 siswa/i.

  • Pengumpulan Sampah Plastik

Pembagian Tempat Sampah Khusus Plastik

Kegiatan pengumpulan sampah plastik akan dilakukan di tiap sekolah se-Kota Bandung dengan cara menyalurkan 5 buah tempat sampah khusus plastik untuk masing-masing sekolah.

Bank Sampah Plastik

Kegiatan ini prinsipnya membuat sistem dimana tiap-tiap siswa yang mengumpulkan sampah plastik secara periodic sesuai ketentuan, pada waktu yang ditentukan, akan mendapat reward (imbalan) berupa uang.

Dengan cara ini diharapkan siswa belajar untuk mengenal jenis-jenis sampah plastik, berikut cara untuk memisahkannya sesuai pola pengolahannya. Sebagai contoh, untuk sampah botol air mineral (PET), tutup botol (PEP) dan label harus dipisahkan. Untuk tiap botol air mineral yang dikumpulkan diberikan reward Rp. 30 s/d Rp 40.

  • Pameran Anyaman Sampah Plastik

Anyaman Sampah Plastik akan dipamerkan pada:

Lokasi    : Jl. Ir. H. Djuanda (Car Free Day DAGO)

(Sekitar RS. Borromeus hingga persimpangan Dago-Cikapayang)

Waktu   : Setiap hari minggu, sepanjang bulan November 2012

Pukul     : 06.00-10.00

Karya ini akan membentang sepanjang 500 meter (0,5 km), dipasang dengan rangka bambu.

Tujuan pameran ini adalah menyampaikan informasi mengenai pentingnya pengelolaan/pemisahan sampah plastik dengan cara yang menarik, sekaligus memberikan model produk jadi pada pengunjung Car Free Dago. Langkah ini menjadi awal upaya menumbuhkan kesadaran masyarakat Bandung terhadap pengelolaan sampah plastik dalam rangka mendorong Bandung menjadi Metropolitan Ramah Lingkungan.

Kegiatan tambahan yang akan menyertai Pameran Anyaman Plastik adalah:

  • Penyebaran leaflet
  • Pameran produk jadi dari anyaman sampah plastik
  • Kegiatan hiburan/seni dari anak-anak SMP/SMA
  • Pencatatan rekor MURI (Museum Rekor Indonesia)

About Paguyuban Harapan Ganesha

Kami adalah lembaga swadaya masyarakat (LSM) nirlaba yang bergerak di bidang sosial, pendidikan, dan lingkungan. LSM ini didirikan sejak tahun 2009 di Bandung, Jawa Barat oleh beberapa alumni ITB (Institut Teknologi Bandung) yang ingin memberikan sesuatu yang berarti bagi masyarakat. Hubungi kami di : Jl. Terminal Sadang Serang No. 30 Bandung email: ph.ganesha@ymail.com paghanesha@gmail.com Rekening Bank Mandiri : a.n. LSM Paguyuban Harapan Ganesha 1310009952211
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

6 Responses to PLANGI BANDUNG

  1. Gimana caranya kalo mau ikutan??

    • Dear Faisal

      terimakasih atas pertanyaannya, kalo mau ikut kegiatan2 PHG, gampang, cukup datang ke PHG dan mengisi formulir registrasi yang ada. tidak ada pungutan biaya apapun.

      Kami akan senang menerima saudara menjadi bagian dari paguyuban ini.

      Jabat erat

      Wasssalam

      Admin PHG

  2. andika says:

    kalau boleh tau lokasi PHG dimana? Saya jg mau ikut berpartisipasi. Btw udah berapa mahasiswa yg daftar?🙂

  3. SALAM SEJAHTERA UNTUK BUMI KITA,,
    saya dari cianjur baru mulai pengolahan sampah kampung,, baru 3 bulan berjalan,,
    sampah yang kami olah adalah sampah organik untuk menjadi kompos karena wilayah kami daerah persawahan,, sampah plastik di bagi 2 yakni sampah yang bisa dijual dan sampah yang tidak laku di jual seperti cangkang kopi, mie, jajanan anak-anak, dsb..
    nah disini kami bingung dalam mengolah sampah plastik jajanan,, kaya cangkang kopi, mie, atau jajanan anak-anak,,
    bisakah minta cara menganyam sampah plastik??
    dan cara pengolahan sampah lainnya??

    • Dear Ncho

      terimakasih atas pertanyaannya, silakan hubungi kami bila ingin belajar cara pengolahan sampah plastik di sekre PHG Jl. Terminal Sadang Serang No. 30, di samping terminal sadang serang… atau hubungi di no 022-91337614 atau 085861911455 mari bergabung… tidak ada pungutan biaya apapun.
      Kami akan senang menerima saudara menjadi bagian dari paguyuban ini.

      Jabat erat

      Wasssalam

      Admin PHG

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s